Ummu umaroh adalah sosok wanita yang istimewa. Pada saat itu karena hanya ialah yang di perbolehkan mengikuti perang oleh Rosululloh. Komitmennya sebagai muslim benar-benar ia pegang dengan kuat. Ini tercermin dari keseriusan beliau dalam menghantarkan anak-anaknya ke jalan islam.

Setelah Rasulullah SAW wafat, sebagian kaum Muslimin kembali murtad dan enggan berzakat. Oleh karena itu Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq mengus Habib putra Ummu Umaroh untuk mengirim surat teguran kepada Musailamah. Musailamah sang nabi palsu menyiksa Habib dengan memotong anggota tubuhnya satu persatu sampai syahid. Meninggalnya Habib meninggalkan luka yang dalam di hati kaum muslimin.

Bayangkan bagaimana reaksi seorang ibu yang mengetahui bahwa putranya telah wafat? Mungkin kebanyakan dari kita adalah menangis dan merasa terpukul atas kejadian tersebut. Namun, taukah kamu bagaimana reaksi dari ummu umaroh saat dikabarkan oleh abu bakar bahwa putranya telah wafat? Ummu umaroh mnyikapinya dengan lapang dada, yang terucap dari mulutnya justru rasa syukur atas wafatnya Habib.

Baginya putranya telah mendahului ia menemui Alloh dan rosulnya. Karya besarnya bukan hanya ada dalam kontiribusidalam peperangan. Hingga ia tercatat sebagai perisai rosululloh dalam perang uhud. Di dalam keluarganyapun ia mengukirkan karya yang hebat ia mampu menjaga keluarganya. Walaupun ia aktif dalam peperangan, namun ia tetap menjaga keluarganya agar tidak terlantar. Karna hakiatnya tugas utamanya adalah mengurus keluarga. Bahkan ia mampu memberikan support untuk keluarganya agar terjaga dalam ketaannya kepada Alloh dan rosulnya. Hingga suaminya Zaid bin Ashim, dan dua orang puteranya, Abdullah dan Habih syahid di jalan Alloh mendahului dirinya.

Baca juga: Wanita Hebat yang Setara dengan 1000 laki-laki, Siapakah Dia?

Sebanyak 12 luka ia dapatkan dalam perang, dan yang paling parah adalah lukanya yang ada di dekat lehernya. Kaerna lukanya baru bisa sembuh setelah satutahun lamanya.

Rosululloh SAW begitu kagum pada Ummu Ummaroh sehingga ia mengatakan siapa yang mampu melakukan apa yang kau lakukan? Kau bela aku hingga dirimu dan anakmu tidak lagi kau hiraukan. Lalu rosulululloh mendo’akan agar seluruh keluarganya di rahmati Alloh. Kesempatan inipun tidak di sia-siakan Ummu Ummaroh, ia meminta agar rosululloh mendo’akan ia agar ia dan keluarganya bisa menjadi tetangga rosululloh di syurga kelak.

Namun jaminan syurga tidak menjadikan ia berhenti dalam mengukirkan karyanya di jalan ketaatan kepada Alloh. Sebelum wafat, Ia mengikuti perang yamamah untuk melawan kemurtatadan yang dilakukan oleh umat muslim. Hingga dalam sebuah cerita ia tidak lagi mempedulikan jiwanya. Tangan kanannya menjadi bukti pengorbanannya dalam peperangannya melawan nabi palsu. Selepas pulang dari peperangan, ia pulang hanya dengan satu tangan. Perang ini perang yang terahir yang ia ikuti. Hingga pada Tahun ke 13 hijriyah Ummu umaroh wafat, akhirnya apa yang telah ia inginkan terkabul. Ia syahid dan bahkan menjadi tetangga rosulullow SAW di syurga.

Dari certa Ummu umaroh apa yang bisa muslimah disini ambil? Semoga bisa menginspirasi kita. 🙂