Manusia merupakan makhluk ciptaan dimana saat kita memiliki sebuah keinginan, untuk mengusahakannya kita perlu berusaha melalui do’a dan ikhtiar kita. Maka dari itu kitapun perlu mengetahui bagaimana adab dalam berdo’a yang sesuai dengan yang di contohkan rosululloh SAW.

Do’a berasal dari kata da’a yang mengandung arti memanggil. Alloh menjelaskan kalimat do’a dengan berbagai makna. Diantaranya do’a bisa bermakna ibadah, panggilan, seruan, perkataan atau keluhan, meminta pertolongan dan permohonan.

Sejatinya tujuan berdo’a adalah untuk meningkatkan kedekatan diri kepada Alloh sekaligus untuk memperbaki diri. Jangan sampai kita banyak meminta dan berharap banyak kepada Alloh, tetapi sibuknya meminta kadang buat kita lalai untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu perbanyaklah berdo’a, dan sudah seharusnya kita tau bagaimana adab atau tatacara kita memanjatkan do’a kepada Alloh SWT.

  1. Ditujukan hanya kepada Alloh saja

Do’a tidak boleh ditujukan kepada selain Alloh, misalnya berdo’a yang ditujukan melalui perantara orang-orang yang sudah meninggal. Sesungguhnya Alloh yang maha agunglah yang mampu mengabulkan do’a-do’a kita. Sedang yang lain adalah makhluk dimana tidak ada kuasa sedikitpun yang mampu membantu terkabulnya do’a kita. Seperti yang telah disabdakan oleh rosululloh SAW:

“Hai ‘nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Alloh niscaya Ia menjagamu, jagalah Alloh niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Alloh dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Alloh, ketahuilah sesungguhnya seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Alloh untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Alloh padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (maksudnya takdir telah ditetapkan) ” (Abu Isa)

  1. Diawali dengan Memuji Alloh SWT dan dengan bershalawat kepada nabi Muhammad SAW

Dalam sebuah hadis telah jelas bahwa saat kita berdo’a hendaklah memuji Alloh terlebih dahulu dan bershalawatlah kepada nabi Muhammad SAW.

Dari Fadhalah bin ‘Ubad Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan duduk-duduk, masuklah seorang laki-laki. Orang itu kemudian melaksanakan shalat dan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah (dosaku) dan berikanlah rahmat-Mu kepadaku.’ Maka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau telah tergesa-gesa, wahai orang yang tengah berdo’a. Apabila engkau telah selesai melaksanakan shalat lalu engkau duduk berdo’a, maka (terlebih dahulu) pujilah Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdo’alah.’ Kemudian datang orang lain, setelah melakukan shalat dia berdo’a dengan terlebih dahulu mengucapkan puji-pujian dan bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, ‘Wahai orang yang tengah berdo’a, berdo’alah kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan do’amu.’”

Shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3476) dan Abu Dawud (no. 1481). Dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam Shahiihul Jaami’ (no. 3988).

  1. Mengakui dosa-dosa yang diperbuat.

Dengan memohonkan ampun kepada Alloh, perbuatan tersebut mencerminkan sempurnanya penghambaan kita terhadap Allah.

“Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya apabila ia berkata: ‘Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah dosa-dosaku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau.’ Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah mengetahui bahwa baginya ada Rabb yang mengampuni dosa dan menghukum.” Shahih: Diriwayatkan oleh al-Hakim (II/98-99) dari Sahabat ‘Ali bin Rabi’ah.

  1. Lirihkanlah suaramu dalam berdo’a

Saat berdo’a di pertintahkan untuk merendahkan diri dan menundukan hati di hadapan Alloh, dengan cara emohon dengan suara yg lembut dan  tidak keras. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan penuh khusyu’ dan suara lirih.

(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,

yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

Dari Abu Musa radhiallahu’anhu bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)

  1. Dengan Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)

Dari Salman radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan beliau hasankan)