Muslimmah  tentu kamu tau bahwa Nasab itu berarti keturunan. Yap benar, tapi kamupun harus tau tentang hasab.  Kenapa bahasan ini menjadi penting? Yuk kita simak Hadis Rosululloh SAW:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

(رواه البخاري و مسلم عن أبى هريرة)

 

Artinya :

Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung.

(Dikutip dari kitab mukhtar al-hadits an-nabawi hal 63 n0 21.)

 

Baginda nabi Muhammad SAW memberikan pedoman kepda kita ketika kita ingin menikahi seorang perempuan maka hendaknya mempertimbangkan empat hal, yaitu :

  1. Hartanya
  2. Keturunannya (Nasab)
  3. Kecantikannya
  4. Agamanya

Keempat hal diatas adalah unsur ideal seorang laki-laki memilih wanita untuk dijadikan menjadi pendamping hidupnya. Begitupun kamu muslimmah, saat kamu akan memilih seorang laki-laki untuk dijadikan imam dalam hidupmu pertimbangkanlah 4 hal diatas.

 

Menikah itu bukan hal yang mudah, perlu proses yang tidak pendek. Kamu perlu menyiapkan diri dan juga memantapkan diri untuk mengatakan “iya aku siap untuk dilamar”.  Dengan banyaknya kriteria yang kamu miliki belum tentu sama dengan kriteria yang di inginkan orangtuamu, iyakan? Yang jelas kamu dan orangtuamu harus tahu bahwa kriteria terbaik itu adalah kriteria yang di standarkan oleh rosululloh SAW.

 

Perlu kamu tau bahwa orang arab atau keturunan arab, saat di minta untuk menyebutkan nasabnya atau urutan silsilah keluarganya tentu mereka hafal. Ayo coba sekarang sebutkan urutan nasabmu, apakah kamu bisa hafal? Mungkin kebanyakan orang di indonesia ngga akan hafal nasabnya, karena memang budaya di indonesia kebanyakan tidak menjaga nasabnya. Berbeda dengan bangsa arab yang telah terbiasa menjaga nasabnya.

 

Kata nasab rosululloh menyebutkkan dua kali. Yang pertama itu “nasab” yang kedua adalah “hasab”.

Nasab itu contohnya: saya anaknya siapa… Terus sampai keatas urutannya (silsilah nasab). Sedangkan Hasab itu adalah apa karya besar keluarga tersebut. Kenapa ini perlu diketahui? Karena ini adalah ada di dalam diri dan juga dalam lingkungan keturunan tersebut. Jadi kamu tidak sulit untuk mengetahui potensi diri laki-laki tersebut. Kalaulah dia itu hasabnya ternyata berasal dari orang-orang yang dermawan, atau mungkin pemimpin. Itu berarti kemungkinan besar potensinya itu sebagai orang yang dermawan ataupun yang mepunyai jiwa kepemimpinan yang bagus.

 

Setiap wanita ataupun laki-laki tentunya ingin memiliki pasangan yang terbaik. Dengan menikahnya bukan hanya menghalalkan yang haram. Sayang sekali jika hanya karena hal itu saja. Menikah itu menyempurnakan separuh dien. Seperti sabda rosululloh SAW:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah atas separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi)